oleh

Penyuluh Pertanian BPP Lamakka Kab.Bantaeng Libatkan Mahasiswa Polbangtang Gowa Dalam Percepatan Tanam Padi

Kabartujuhsatu.com, Bantaeng (Sulsel) -Pemuda tani atau saat ini dikenal dengan petani milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Hal ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ( SYL ), bahwa pemerintah sedang fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu kedepan akan lebih ditingkatkan lagi untuk menciptakan SDM profesional melalui pendidikan dan pelatihan disektor pertanian.

Mengutip Pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa peran generasi muda milenial sangat penting demi mendukung kemajuan pertanian.

“Saat pandemi covid 19 yang masih dihadapi sejumlah negara termasuk Indonesia, sektor pertanian semakin dibutuhkan untuk memenuhi ketahanan pangan. Pertanian seperti apa yang dibutuhkan, pertanian yang efektif, efisien dan transparan yang dapat dilakukan melalui petani milenial yang modern” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi melalui aplikasi zoom dari Agriculture War Room (AWR) Kementan, menambahkan, keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian.

“Sumberdaya Manusia Pertanian merupakan penggerak utama pembangunan pertanian. Untuk itu kita harus mampu mencetak generasi muda dibidang pertanian yang maju, mandiri dan modern” tegas Kepala BPPSDMP.

Menurut penyuluh pertanian sekaligus koordinator BPP Lamalakka, Kasmawati,SP,MP bahwa untuk meningkatkan keterampilan dan sekaligus percepatan tanam padi, ia mengajak mahasiswa yang sedang praktek kerja lapangan menanam padi di lahan Kelompok Tani Taipa Rembaya Desa Karatuang Kecamatan Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan.

“Mendorong percepatan tanam yang digalakkan saat ini oleh Kementerian Pertanian, kami mengajak mahasiswa Polbangtan Gowa untuk bersama-sama turun ke sawah, melakukan tanam padi. Mempraktekkan langsung ilmu yang sudah didapatkan, dibimbing langsung oleh penyuluh setempat,” ujar Kasmawati. Minggu (31/5/2020).

Begitu pula dengan ketua kelompok Tani Taipa Rembaya, Muhammad Amin menyampaikan terimakasih kepada penyuluh dan mahasiswa bisa turun lapangan untuk membantu petani menanam padi varietas Memberamo seluas 2 Ha.

“Senang sekali kami melihat anak-anak mahasiswa bisa turun kelapangan membantu kami menanam padi yang dipandu oleh penyuluh. Semoga semakin banyak pemuda tani milenial yang cinta pertanian yang bisa meneruskan pembangunan pertanian”, ujar Amin.

Penulis : Sugeng Mulyono
Editor : Rezky Yulianti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed