oleh

Begini Cerita Penemuan Peti Jenasah Yang Hanyut Di Sungai Belo

Kabartujuhsatu.com, Soppeng – Penemuan peti jenasah yang sempat menggegerkan dunia Maya maupun warga Soppeng terlebih masyarakat Desa Belo Kecamatan Ganra sebagai lokasi peti itu di temukan, Minggu (31/5/2020).

Sebelumnya telah di beritakan dugaan peti mayat yang hanyut terbawa arus di antara sungai Belo dan Sungai Paomallimpo yang sempat gemparkan warga bumi latemmamala.

Dari informasi yang di himpun kabartujuhsatu.com berawal dari informasi warga yang di sampaikan kepada tim TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten Soppeng yang kebetulan berada di wilayah desa Belo sedang bertugas mengecek arus sungai pasca hujan deras dengan tujuan memantau arus sungai jikalau ada tanda-tanda akan terjadi banjir.

Dari informasi warga tersebut tim TRC langsung sigap melakukan pencarian peti mayat tersebut  dengan menelusuri sungai Belo dan sungai Paomallimpoe dan tak berselang waktu lama peti tersebut berhasil di evakuasi dan benar peti mayat.

Dari hasil evakuasi peti jenasah tersebut ternyata kosong dan hanya berisi sebuah bantal.

Meskipun peti tersebut nampak baru namun dari informasi warga yang mengetahui bahwa peti jenasah tersebut sudah lama berada di dekat masjid tepatnya sejak 2017 lalu.

Sementara itu kepala Desa Belo Wahyu Asharie saat di konfirmasi mengatakan, Ia benar peti jenazah tersebut sudah lama tinggal di sekitar lokasi masjid yang kebetulan lokasinya agak kebelakang dekat sungai dan tadi juga di benarkan oleh ketua RW 1, jelasnya.

Senada yang di sampaikan salah satu nitizen di medsos yang mengaku bahwa peti tersebut milik keluarganya yang sudah almarhumah sejak 2017 silam yang meninggal di Jakarta karena keputusan keluarga akhirnya jenasah almarhumah di kubur tidak dengan menggunakan peti oleh sebab jenasah yang yang sedianya  akan di petikan tidak jadi dan akhirnya di simpan di belakang rumah dekat sungai.

Ia mengakui bahwa peti jenasah itu tidak sengaja di buang di sungai (sumber Soppeng info).

Dari hasil kejadian ini di harapkan warga untuk tidak membuang peti jenazah di sungai yang dapat meresahkan warga, ungkap salah salah satu pegiat medsos. (Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed