oleh

Bupati Andi Kaswadi Sebut Kondisi Soppeng Sudah Steril, Ini Yang Sudah Dilakukan dan Yang Mesti Dilakukan

Kabartujuhsatu.com, Soppeng (Sulsel) – Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar rapat evaluasi dan koordinasi covid 19 pasca perayaan Idul Fitri 1441 H yang juga sebagai rakor gugus tugas covid 19 jilid akhir yang di laksanakan di Aula Makodim 1423 Soppeng laburawung jalan merdeka Watansoppeng, Jumat (19/5/2020).

Dalam kegiatan itu, Bupati Soppeng HA.Kaswadi Razak dalam sambutannya menyampaikan bahwa
khusus di Kabupaten soppeng dirinya berani menyampaikan kepada siapapun bahwa kondisi kab. soppeng saat ini kami anggap sudah steril walaupun tidak sempurna, katanya.

Menurutnya, Dengan berbasis data kita sudah mulai melakukan pencegahan dengan mulai kerja di rumah, melakukan penyemprotan di sarana dan prasarana publik, serta melakukan pengawasan terhadap orang yang berlalu lalang di Kab  soppeng sehingga tercatat sebanyak 362 rb jiwa, sebut Andi Kaswadi Razak.

Dikatakannya, Dalam hal penanganan riwayat kontak pasien yang positif, merupakan hal yang paling berat karena 1 orang yang positif, maka kami akan mendeteksi secara cepat kontak pasien positif minimal 20 sampai 50 kontak, papar Kaswadi.

Kaswadi menyakini, dengan adanya PCR sehingga dapat dengan cepat mengetahui sebelum penyebaran virus ini berkembang lebih jauh dan akhirnya dapat memutus mata rantai penyebaran, tuturnya.

Langkah selanjutnya, lanjut  A.Kaswadi,” Yang dilakukan yaitu kita melakukan data SWAB bagi pendatang yang masuk ke soppeng, kemudian  melakukan penyeleksian sehingga akhirnya dilakukan uji SWAB terhadap 970 lebih, tidak hanya itu juga dilakukan uji SWAB secara acak dimana melalui uji survei acak ini kami mendapatkan 2 orang yang positif. Serta  di tempat karantina kami menjaring 1 orang yang positif, papar Bupati Soppeng.

“Ini penting saya sampaikan untuk diketahui bersama bahwa langkah pemerintah daerah yang dilakukan bersama dengan melibatkan unsur TNI/POLRI memberikan kontribusi  yang luar biasa sehingga memberikan rasa aman ke masyarakat, ujar Bupati Soppeng.

“Pemerintah daerah  senantisa berusaha melayani masyarakat dengan tidak mengabaikan tugas dan tanggung jawab kita,  termasuk petugas kita yang ada di Rumah Sakit kurang lebih 100 orang, sampai yang mengurus jenasah serta telah disediakan lokasi penguburan untuk mengatasi kemungkinan yang terjadi, termasuk juga untuk  sarana ibadah kita sudah cermati dan kaji bersama sehingga kita sudah bisa membuka tempat ibadah dengan syarat harus  ikut prosedur kesehatan.

“Nanti ada SOP yang akan kita buat bersama berdasarkan kondisi yang ada dilapangan serta tetap mengacu di SOP pusat yang merupakan standar nasional.

“Tim kita telah bekerja dan melakukan hal yang luar biasa dalam melakukan tugasnya ,  terbukti dengan ada beberapa pendatang dan orang yang dikarantina  ditemukan telah terdeteksi, jelas Kaswadi.

“Apalagi sekarang ini kita membuka atau melonggarkan tempat ibadah, dengan demikian hal yang perlu diperhatikan yaitu SOP kesehatan, silahkan beraktifitas tapi ada aturan yang harus ditaati demi keselamatan kita bersama sehingga hal ini sangat penting untuk menjadi perhatian kita semua, tegas Bupati Soppeng.

“Setelah penarikan di perbatasan, bukan berarti perbatasan akan langsung kosong melainkan akan diserahkan kepada kepala desa dan kelurahan untuk melakukan pengawasan diwilayah masing-masing sehingga diharapkan dapat melakukan koordinasi dengan cepat dalam memantau pergerakan pendatang  di wilayah masing-masing, karena saat ini kita masih merasa legah tapi tetap harus waspada dengan kemungkinan yang akan muncul, terangnya.

Bupati Andi Kaswadi menekankan agar kita mencermati bersama SOP yang kita buat sehingga memiliki mekanisme kerja yang jelas dan dapat dimengerti oleh masyarakat, urainya.

“Selama kurang lebih 2 bulan kita menghadapi kondisi ini, bagi saya pribadi ada kepusaan tersendiri dimana ada situsi yang sangat membanggakan, dimana saya melihat kinerja teman-teman kita semua, walaupun kita berada  dalam situasi ketidakpastian ini, pungkas Bupati Soppeng.

Sementara itu di tempat yang sama Dandim 1423 Soppeng dalam penyampaiannya mengatakan, “Kondisi saat ini mengalami keterpurukan di berbagai lini sektor, diantaranya terkait keamanan serta  menurunnya sektor ekonomi sehingga terjadi PHK yang besar-besaran.

“Adapun kondisi yang diharapkan yaitu  untuk bangkit, kita harus berjuang dan menyelesaikan serta menyesuaikan permasalahan yang ada baik di bidang ekonomi, pertanian dan infrastruktur, serta komunikasi sosial kita semua harus benahi bersama, tutur Letkol Inf. Richar Butar-Butar.

Menurutnya, Adapun jendela sukses yang harus diketahui yaitu berinisiatif dan beraksi dengan cara membantu bagaimana pembangunan yang berhenti dengan tidak larut dalam keterpurukan, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan, bisa menangkal isu-isu yang berkembang serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban, tegasnya menutup.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kapolres Soppeng, sekda Kab. Soppeng, kepala Kementrian Agama Kab. Soppeng, para Kepala SKPD terkait serta para Camat. (Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed