oleh

Di Desa Timusu Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah Dijaga Ketat Para Linmas

Kabartujuhsatu.com, Soppeng (Sulsel) – Suasanan Lebaran idul Fitri 1441 Hijriyah kali ini berbeda di banding tahun-tahun sebelumya seperti halnya di Desa Timusu Kecamatan Liliriaja karena pelaksanaan ied tahun ini kita sedang diuji dengan adanya paparan pandemi Copid 19, sehingga suasana lebarannyapun nampak berbeda, tidak ada lagi terlihat wajah wajah keluarga yang diluar daerah ikut berlebaran bersama keluarga besarnya di kampung di sebabkan ketegasan pemerintah kabupaten Soppeng melalui pemerintah Desa yang di motori oleh kepala Desa Timusu Firdaus, S.Sos dengan melibatkan linmas untuk memastikan wilayah desa steril dari warga mudik sebelum pelaksanaan lebaran idul Fitri.

Namun demikian umumnya warga tetap ada rasa syukur karena ia masih bisa melaksanakan shalat Id secara berjamaah di Masjid dan dilapangan dengan tetap menerapkan protap kesehatan covid 19.

Tak sedikit juga yang memilih shalat id dirumahnya bersama keluarga intinya, dan tentu yang memilih shalat ied berjamaah di masjid atau dilapangan ia harus memenuhi standar protokol Kesehatan yang telah ditetapkan demi untuk menjaga penyebaran Virus Copid 19 ini.

Khusus untuk Desa Timusu Kecamatan Liliriaja Kabuoaten Soppeng, seluruh Dusun melaksanakan shalat id secara berjamaah baik yang di Masjid maupun ditanah lapang, dengan melibatkan 29 personil linmas yang ada di Desa Timusu untuk menjaga pelaksanaan shalat id di sekitar mereka masing masing.

Para Linmas mengawasi secara ketat terutama bila ada jamaah dari luar daerah atau kampung sehingga ia betul-betul memastikan bahwa yang ikut shalat id adalah warga setempat yang ada di sekitarnya dan tidak dalam masa isolasi.

Pengawasan ketat juga dilakukan agar para jamaah dipastikan ia tetap mematuhi standar protokol kesehatan terkait dalam Pencegahan Covid 19 seperti wajib memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun atau Hand Sanitizer dan pemeriksaan suhu serta tidak diperkenankan ada salam jabat tangan seperti lazimnya, usai shalat langsung kembali kerumahnya masing, ungkap Kepala Desa Timusu Firdaus yang ikut juga berlebaran bersama Warganya saat di konfirmasi awak media ini, Sabtu (24/5/2020).

Menurut Firdaus bahwa pelaksanaan shalat ied tahun ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, semua terasa sepi, karena tak ada lagi keluarga yang dari luar atau dari rantauan yang mudik berlebaran di kampung halamannya, tapi kami yakini mereka memilih untuk tidak pulang kampung karena mereka saling menjaga dan mencitai keluarganya, pungkas Firdaus. (Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed