oleh

Perhatikan Pejuang Pangan, Kementan Berikan Bantuan Kepada Tenaga Kontrak di Bidang Pertanian

Kabartujuhsatu.com,(Sulsel) – Kementerian Pertanian kembali menunjukkan kepeduliannya tehadap masyarakat yang terdampak Covid-19. Kali ini bantuan diberikan kepada pejuang pangan yang selalu setia mendampingi petani dalam berproduksi di tengah pandemi Covid-19, diantaranya adalah petugas lapangan yang merupakan tenaga kontrak di bidang pertanian meliputi Tenaga Harian Lepas Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP), Tenaga Kontrak pendamping pembagunan perkebunan (TKP3), Tenaga Harian Lepas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (THL POPT) Tenaga Kontrak Pengawas Benih Tanaman (PBT), Tenaga Harian Lepas Medik Veteriner dan Tenaga Paramedik Veteriner yang bertugas di Kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan.

Penyerahkan secara simbolis paket bantuan diberikan oleh perwakilan Kementan kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Sulsel yang selanjutnya diserahkan kepada Koordinator THL.

Pada kesempatan ini, perwakilan dari Kementerian Pertanian dihadiri oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Direktur Polbangtan Gowa, Kepala Balai Besar Veteriner Maros, Kepala BPTP Sulsel.

Sedangkan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Koordinator THL Sulsel dan beberapa Koordinator THL Kabupaten. Jumat (22/5/2020).

Total bantuan yang diberikan berjumlah 839 paket dengan rincian calon penerima bantuan se Sulsel adalah 1). 531 TBPP; 2). 29 TKP; 3).129 PLP; 4). 72 POPT; 5). 39 PBT; 6). 14 Medik Veteriner; dan 7). 25 Paramedik Veteriner.

Menteri Pertanian  Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa SYL menyampaikan bahwa penyebaran virus corona yang masif di Indonesia berimbas negatif pada kegiatan ekonomi. Di sektor konsumsi rumah tangga terjadi ancaman kehilangan pendapatan masyarakat karena tidak bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pengangguran dan kemiskinan meningkat dan kinerja pelaku usaha menurun dan terdampak virus sehingga tidak dapat melaksanakan usahanya, bahkan dihadapkan pada ancaman kebangkrutan.

“Kita dihadapkan pada masa yang penuh dengan tantangan. Pandemi virus corona telah memberikan efek domino dalam berbagai bidang, antara lain sosial, budaya, dan ekonomi, tapi sebagai insan pertanian, kita harus tetap produktif, petani harus tetap bekerja menyiapkan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia,” ungkap SYL.

Sementara itu, Kepala Badan PPSDMP Kementan, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa  saat ini adalah salah satu momen yang tepat untuk berbagi, apalagi bertepatan dengan bulan puasa.

“Kita harus  meningkatkan kepedulian kita dan tenggang rasa kita atas pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Kita dapat berperan sebagai perantara rezeki bagi saudara kita yang terdampak pandemi virus corona dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” tutur Dedi.

Penulis : Jamaluddin Al Afgani
Sumber : Andi Amal Hayat Makmur
Editor : Risna Ardhayanti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed