oleh

Sinergitas Kostratani dan Poktan Melakukan Percepatan Tanam di Kabupaten Parigi Mautong Sulteng

Kabartujuhsatu.com, Parigi Mautong – Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) baru-baru ini meresmikan gerakan percepatan tanam di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan karena berdasarkan laporan BMKG sebelumnya dan arahan dari Presiden Joko Widodo bahwa akan ada beberapa daerah yang akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya.

Mentan SYL dalam arahannya menyampaikan bahwa ada beberapa cara yang dilakukan dalam menghadapi hal tersebut, yakni dengan melakukan percepatan penanaman secara maksimal, mempersiapkan lahan-lahan pertanian yang ada sehingga yang sudah panen disiapkan untuk tanam kembali.
Menegaskan kembali dalam menghadapi pandemi covid-19, pemerintah dan semua pihak terkait harus tetap menjaga ketersedian pangan untuk 267 juta jiwa penduduk indonesia.

Selaras dengan arahan Mentan, Kepala BPPSDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa masalah pangan adalah masalah yang sangat utama yang menentukan hidup matinya suatu bangsa, di mana petani harus tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen. Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengah wabah covid-19.

Berdasarkan arahan Mentan dan Kepala BPPSDMP, Kelompok UPJA Tani Baru yang dipimpin oleh I Wayan Darmawan, menanggapi hal tersebut dengan segera melakukan pengolahan lahan sawah untuk segera melakukan penanaman. Kelompok tani yang berdomisili di desa Sousu, Kec. Sausu, Kab. Parigi Mautong, Sulteng, menguasi lahan 25 Ha lahan dengan jumlah anggota 20 orang.

Melalui sambungan telpon (19/05) Wayan menjelaskan bahwa saat ini kelompoknya sedang melakukan olah tanah untuk persiapan penanaman padi.
“25 Ha dari jumlah lahan yang ada di kelompok kami seluruhnya diolah, pengolahan untuk persiapan tanam dilakukan karena mengoptimalkan potensi air yang ada di daerah kami, kalau sampai terlambat konsekuensinya gagal panen,” tuturnya.

Kegiatan olah lahan dan tanam padi tersebut didampingi langsung oleh penyuluh pertanian Ni Komang Suardani yang bertugas di BPP Sausu. Pengolahan lahan maupun penanaman padi yang dilakukan semuanya mengunakan Alat Mesin Pertanian baik itu traktor roda 4 dan Alat tanam Padi (Rice Transplanter). Penggunaan Alsintan tentunya membuat pekerjaan lebih cepat selesai serta jumlah orang yang dibutuhkan untuk kegiatan panen tidak banyak sehingga meminimalkan interaksi orang-orang di lahan dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Sebagai Penyuluh yang merupakan bagian dari insan pertanian, kami harus tetap melakukan tupoksi, yakni mendampingi dan mendorong petani untuk melakukan percepatan taman. Mengingat pandemi covid-19 masih merebak, tentunya kami tidak ingin krisis pangan melanda daerah kami, apalagi musim kemarau sudah dekat, sehingga harus mengoptimalkan sumberdaya yang ada. Semoga apa yang kami lakukan ini dapat memenuhi kebutuhan pangan utama masyarakat bukan hanya lokal bahkan nasional, ” ujarnya.(BBPP-BK).

Penulis : Mahardhika Atmaja
Editor : Jamaluddin Al Afgani
Sumber : I Wayan Nardi (Alumni Sertifikasi Alsintan BBPP-BK 2020)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed