oleh

Kementan Peduli, Berbagi Ditengah Pandemi Covid 19

Kabartujuhsatu.com, Jakarta – Pandemi wabah virus corona belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Pemerintah telah melakukan segala upaya untuk menekan penyebarannya antara lain dengan menerbitkan larangan mudik yang berdampak pada penutupan sarana transportasi dan pembatasan-pembatasan lainnya, seperti bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

Di beberapa daerah telah ditetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kita dihadapkan pada masa yang penuh dengan tantangan. Pandemi virus corona telah memberikan efek domino dalam berbagai bidang, antara lain sosial, budaya, dan ekonomi.

Menteri Pertanian  Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa SYL menyampaikan bahwa penyebaran virus corona yang masif di Indonesia berimbas negative pada kegiatan ekonomi. Di sektor konsumsi rumah tangga terjadi ancaman kehilangan pendapatan masyarakat karena tidak bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pengangguran dan kemiskinan meningkat dan kinerja pelaku usaha menurun dan terdampak virus sehingga tidak dapat melaksanakan usahanya, bahkan dihadapkan pada ancaman kebangkrutan.

“Kita dihadapkan pada masa yang penuh dengan tantangan. Pandemi virus corona telah memberikan efek domino dalam berbagai bidang, antara lain sosial, budaya, dan ekonomi, tapi sebagai insan Pertanian, kita harus tetap produktif, petani harus tetap bekerja menyiapkan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia,” ungkap SYL.

Sebagai salah satu upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak oleh covid-19, Kementerian Pertanian melalui satuan kerja (satker) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melakukan pembagian bantuan, khususnya di sekitar wilayah satker.

Salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian yang melakukan pembagian bantuan terhadap masyarakat yang terdampak covid-19 adalah Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku. Satker Kementan yang berlokasi di Jalan Raya Malino Km. 3 ini melakukan pembagian santunan 100 paket yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak yang berdomosili di sekitar BBPP.

Pembagian santunan dikoordinir oleh Ibu Ardinayanti, SST yang lebih akrab di sapa “Anti” salah satu staf bagian umum BBPP BK. Menurut Anti, respon positif masyarakat sangat luar biasa saat tim turun membagikan paket santunan.

“Alhamdulillah, mereka sangat bersyukur atas adanya pembagian ini, meskipun secara jumlah tidak terlalu besar nilainya, tetapi masyarakat sangat antusias, apalagi menjelang hari raya Idul Fitri,” tutur Anti, Selasa (19/5/2020).

Salah satu penerima bantuan, Daeng Minne menuturkan bahwa masyarakat sangat butuh perhatian seperti ini (pemberian bantuan), karena kondisi sekarang semua serba sulit. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, terimakasih kepada Bapak Menteri Pertanian,” ungkap Daeng Minne.

Pemberian bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian ASN Kementerian Pertanian atas beban yang dirasakan oleh masyarakat.  ini adalah salah satu bentuk aplikasi dari pepatah “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Saatnya kita bersatu padu untuk bersama-sama menghadapi Covid-19 sesuai dengan peran kita masing-masing.

Sementara itu, Kepala Badan PPSDMP Kementan, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa  saat ini adalah salah satu momen yang tepat untuk berbagi, apalagi bertepatan dengan bulan puasa.

“Kita harus  meningkatkan kepedulian kita dan tenggang rasa kita atas pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Kita dapat berperan sebagai perantara rezeki bagi saudara kita yang terdampak virus corona dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” tutur Dedi.

Penulis : Jamaluddin Al Afgani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed